Minggu, 27 September 2015



I.         Definisi Wabah : (UU No 4 Tahun 1984)
·         Kejadian berjangkitnya suatu penyakit menular dalam masyarakat yang jumlah penderitanya meningkat secara nyata lebih dari pda keadaan yang lazim pada waktu dan daerag tertentu serta dapat menimbulkan malapetaka.
·         Sumber penyakit : (UU No 4 tahun 1984)
Manusia, hewan, tumbuhan, dan benda-benda yang mengandung dan atau tercemar bibit penyakit serta dapat menimbulkan wabah.

Upaya penanggulangan :
a.       Penyelidikan epidemiologis
b.      Pemeriksaan, pengobatan, perawatan dan isolasi penderita, termasuk tindakan karantina
c.       Pencegahan dan pengebalan
d.      Pemunahan penyebab penyakit
e.       Penanganan jenazah akibat wabah
f.       PKM
g.      upaya penanggulangan lainnya. (UU No 4 tahun 1984)

Wabah pada umumnya disebab oleh :
1.      Keracunan makanan yaitu enteritis oleh : E. coli, staphylococcus dan salmonella.
2.      Penyakit menular yang masa inkubasinya singkat, yakni  ; DBD, kholera, influenxa, malaria, campak, pes, dan demam kuning.
3.      Penyakit menular yang masa inkubasinya lebih lama : tripanosomiasis afrika, hepatitis infeksi dan kala azar
4.      Bahan beracun : yakni makanan yang tercemar insektisida dan bahan kimia yang dipakai dalam pertanian.

II.      Memastikan adanya wabah
1.      Menegakkan diagnosa
-          Analisis riwayat klinis
-          Uji laboratorium
2.      Kriteria diagnostik
Kasus / penderita à   - mungkin kasus
- Sangat mungkin
- Kasus pasti

III.   Mendiskripsikan wabah
Variabel : orang, waktu dan tempat
Pertanyaan dasar yang perlu dijawab :
a.       Jenis penyakit apa yang menimbulkan wabah?
b.      Apakah sumbernya?
c.       Bagaimana penularannya?
d.      Bagaimana cara menjelaskan wabah tersebut?
à keseragaman apakah yang tampak pada semua kasus?

Kurva insidens wabah : bilamana?
a.       Pada wabah sumber tunggal, kasus biasanya timbul dalam 1 masa inkubasi :
-          Akibat paparan serentak
-          Meningkatnya insidens penyakit dalam waktu singkat mendekati masa inkubasi penyakit
-          Merupakan petunjuk penting
-          Khas penyakit water borne disease : kolera, tipoid, penyakit yang ditularkan lewat makan
-          Dapat menjadi wabah perluasan sumber tunggal



b.      Kurva wabah sebar :
-          Sumber penularan tidak diketahui
-          Tergentung masa inkubasi dan kecocokan lingkungan bagi penularan
-          Makin lama masa inkubasi., makin jarang jarak antar kasus
Contoh :
-          Kecepatan tercapainya puncak wabah tergantung kepadatan dan intensitas kontak
-          Proporsi populasi yang rentan à mempengaruhi luasnya wabah

·         Penyakit yang ditularkan melalui vektor :
Bentuk kurva dipengaruhi oleh :
1.      Waktu yang dibutuhkan organisme untuk berkembang di dalam vektor dan
2.      Keadaan yang membantu perkembangan vektor
·         Masa inkubasi
-          Bila organisme dan masa inkubasi diketahui à dapat ditentukan taksiran saat terjadi paparan
-          Masa inkubasi dapat membantu melacak sumber infeksi
-          Sebaliknya : bila saat paparan diketahui masa inkubasi dapat dihitung à petunjuk organisme penyebab. Ini utnuk wabah penyait yang ditularkan lewat makan oleh karena terjadinya paparan diketahui.
Contoh
Masa inkubasi – median lamanya 24 jam à menunjukkan ke arah Salmonela dari pada Staphylococcus
-          Masa inkubasi : paling baik dinyatakan dalam bentuk median dan rentang. Nilai rata-rata tak digunakan oleh karena adanya masa inkubasi yang terlalu pendek  panjang pada sebagian  besar wabah à nilai rata-rata melenceng dari pusat kelompok kasus.


·         Analisis kasus
ð  Menurut siapa dan dimana ?
ð  Peta spot à sumber infeksi yang dicurigai.
Sebaran populasi umum à perlu diketahui.
Contoh : bila 70-% penduduk di kabupaten berdiam di kota maka kelompok  yang terlihat di kota tidak menjamin kepastian sumber wabah berasal dari kota
ð  Pengelompokan tempat – waktu à wabah bersifat setempat.